Kopo, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat
, IN 40393
Hotline:
0813 2242 2825
[email protected]
[email protected]

Bolehkah, Menggabungkan Niat Qurban dan Aqiqah dalam Satu Sembelihan?

Bolehkah, Menggabungkan Niat Qurban dan Aqiqah dalam Satu Sembelihan

Ibadah qurban dan aqiqah mempunyai persamaan dan perbedaan dalam pelaksanaannya. Apakah dalam satu pelaksanaan ibadah dapat menggabungkan dua niat yang berbeda? Ada dua pendapat ulama tentang hal ini.

Pendapat Ulama yang Pertama

Menurut ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Imam Ahmad, menerangkan bahwa ibadah qurban tidak boleh digabungkan dengan aqiqah. Alasannya, qurban dan aqiqah mempunyai sebab dan maksud masing-masing, yang tidak dapat saling menggantikan.

Qurban dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Swt. atas nikmat dan rezeki yang telah diterima.

Aqiqah dilaksanakan sebagai rasa syukur telah dikaruniai buah hati.

Seorang syafi’iyah, Al-Haitami mengatakan, bahwa jika seseorang memyembelih hewan dengan dua niat sekaligus, maka keduanya tidak dianggap. Karena maksud dari kedua ibadah itu berbeda.

Dalam Fatwa Kubronya, menurut Ibnu Hajar Al Haitami Al Makkiy, pendapat ulama  dalam madzhab mengatakan bahwa niat berqurban dan aqiqah tidak boleh digabungkan. Karena yang dimaksud adalah dzatnya, sehingga kedua ibadah itu tidak dapat digabungkan. Dan, keduanya mempunyai sebab serta maksud tersendiri.

Aqiqah, tebusan untuk anak dengan harapan tumbuh menjadi anak saleh dan bakti pada orang tua. Qurban sebagai tebusan untuk diri sendiri.

Pendapat Ulama yang Ke Dua

Salah satu pendapat Imam Ahmad, Muhammad bin Sirin, Qotadah, Al Hasan Al Basri, dan pendapat ulama Hanafiyah, mengatakan bahwa boleh melaksanakan qurban sekaligus berniat aqiqah ataupun sebaliknya.

Ulama Hambali, Al Bahuti mengatakan, “Andai waktu pelaksanaan aqiqah bertepatan dengan qurban, yaitu menyembelih hewan pada hari ke tujuh bertepatan dengan hari raya Iduladha. Maka dibolehkan melakukan aqiqah sekaligus niat berqurban, atau sebaliknya. Sebagaimana hari raya, baik Idulfitri maupun Iduladha jika bertepatan dengan hari Jumat, maka niat mandi Jumat sekaligus dengan mandi untuk salat Id, begitu juga sebaliknya.

Sebagian berpendapat, memberi syarat jika hewan untuk aqiqah dan qurban diatasnamakan si buah hati. Sedangkan pendapat lain mengatakan tidak disyaratkan. Bila seorang ayah mempunyai niat berqurban, maka boleh langsung niatkan aqiqah untuk anaknya.

Penggabungan Niat Qurban dan Aqiqah

Penggabungan niat kedua ibadah ini dibolehkan jika memenuhi syarat berikut:

  • Adanya kesamaan jenis
  • Ibadah ini bukan merupakan ibadah berdiri sendiri

Pendapat yang Lebih Kuat

Dari kedua pendapat tersebut, pendapat yang lebih kuat adalah pendapat pertama yaitu qurban tidak boleh digabungkan dengan aqiqah dalam satu sembelihan hewan. Karena walaupun kedua ibadah tersebut sejenis, namun maksud dan tujuannya berbeda.

Jika qurban bertepatan dengan aqiqah buah hati, maka pelaksanaan qurban dan aqiqah dipisah. Seandainya mampu, akan lebih baik melakukan keduanya.

Jika tidak mampu melakukan qurban dan aqiqah sekaligus, maka utamakan yang waktunya terbatas yaitu qurban. Dan bila ada kelapangan rezeki lagi, maka tunaikanlah aqiqah.


Leave a Reply

Your email address will not be published.